Header Ads


 

GAMKI Minsel Gandeng DPD RI Wujudkan Generasi Milenial Berwawasan Kebangsaan

Minahasa Selatan, MediaSulut.Com - Dalam rangka membentuk karakter anak-anak milenial Indonesia yang memahami wawasan kebangsaan, memegang teguh Idiologi Pancasila serta  mencintai bangsa dan negara Indonesia, GAMKI Minsel Gandeng DPD RI Wujudkan Generasi Milenial Berwawasan Kebangsaan dalam Focus Group Discussion (FGD) di Cafe Kopi Singgah Amurang (19/7)

Focus Group Discussion tersebut melahirkan berbagai keprihatinan bersama serta masukkan positif dari GAMKI Minsel kepada DPD RI, DPR RI, MPR RI dan Pemerintah guna menciptakan Generasi Milenial yang berwawasan kebangsaan.

Reinaldi G. Sasundame SIP, M.Si, Sekretaris GAMKI Minsel, menyampaikan, "banyak anak muda Indonesia saat ini memiliki sifat apatis, hedonis dan kurangnya wawasan kebangsaan serta masih kurangnya figur kepemudaan Sulut dalam era globalisasi, digital yang penuh persaingan saat ini, ucapnya

Formen Tumiwa, Ketua Bidang Idiologi Pancasila GAMKI Minsel menyampaikan, "Saat ini anak muda lebih tertarik kepada hal hal yang instan dari pada pembentukan diri melalui sebuah proses sehingga kurangnya kader yang berkualitas, "jelasnya.

Ditambahkannya, "Pelajaran PPKn waktu kami sekolah dianggap sebagai mata pelajaran yang tidak penting, karena pada waktu sekolah anak anak milenial lebih menyenangi pelajaran Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Biologi atau Sains sehingga berdampak pada mental Idiologi, kurangnya wawasan kebangsaan bagi anak milenial Indonesia, hal tersebut sangat memprihatinkan sehingga dapat menjadi potensi mudahnya disintegrasi bangsa, mudahnya disusupi Idiologi yang tidak sesuai dengan Pancasila, "ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut berbagai penguatan wawasan kebangsaan disampaikan oleh Ir. Stefanus B.A.N Liow, MAP sebagai Anggota DPD RI Dapil Sulut.

Ir. Stefanus B.A.N Liow, MAP, mampu memberikan pencerahan dan penguatan karakter diri terkait peran penting pemuda Indonesia dalam membangun bangsa dan negara, mengawal Pancasila, UUD 1945, Bhinneka tunggal Ika serta NKRI merupakan harga mati.

"Sebagai kader bangsa yang menjadi tulang punggung negara kesatuan Republik Indonesia, agar saling menopang dan mendukung, berharap anak anak muda Sulut bisa tampil, menghilangkan budaya saling menjatuhkan antara satu sama lainnya. Banyak anak muda Sulut memiliki potensi dan harus terus mengembangkan berbagai potensi diri," ucapnya.

Lanjutnya, "Pemuda Indonesia, Pemuda Sulut harus menghasilkan kreatifitas-kreatifitas dalam wawasan kebangsaan misalnya bekerja sama dengan Badan Pembinaan Pancasila (BPIP) menjadi corong bagi anak milenial untuk mengawal Pancasila, UUD 1945, Bhinneka tunggal Ika serta NKRI, bersama menangkal berbagai rongrongan ataupun ancaman yang datang dari dalam maupun dari luar.

Ditambahkannya lagi, "Permasalahan Covid-19 saat ini agar tidak menghalangi anak muda untuk tetap berkreativitas positif dalam wawasan kebangsaan. Terkait mental iri, dengki agar dihilangkan dalam membangun bangsa dan negara, GAMKI harus bisa tampil dalam membangun bangsa dan negara. Pengurus GAMKI agar bisa menyiapkan kader-kader berwawasan kebangsaan, bersatu dengan teman teman dari agama dan golongan yang lainnya untuk mengawal Pancasila, UUD 1945, Bhinneka tunggal Ika serta NKRI."

"Merobah sikap tidaklah muda, di dunia era digital saat ini ada berbagai potensi yang dapat menyebabkan perubahan akhlak anak-anak muda, adanya Idiologi kiri dan kanan yang masuk melalui media sosial. Agar GAMKI Minsel dapat membangun kerjasama dan bergandeng tangan dengan Pemuda Anshor, Pemuda Muhammadiyah dan berbagai organisasi kepemudaan lainnya dalam memperkuat wawasan kebangsaan, " Pungkas Liow.

Sri Wulan C. Suoth, S.Kom, Ketua DPC GAMKI Minsel menyampaikan, "GAMKI Minsel akan mengawal Pancasila, UUD 1945, Bhinneka tunggal Ika dan NKRI merupakan harga mati serta mendorong DPD RI, DPR RI, MPR RI dan Pemerintah agar dapat memprioritaskan mata pelajaran Pendidikan Pancasila menjadi pelajaran utama guna pembentukan mental Idiologi Pancasila bagi anak anak milenial Indonesia yang berwawasan kebangsaan.

Cleen

No comments

Powered by Blogger.