Header Ads

Akhirnya Alkitab Perjanjian Baru Tontemboan Di Luncurkan


Minahasa Selatan, MediaSulut.Com - Alkitab Perjanjian Baru Bahasa Tontemboan (En Taar Weru A Nunuwe' E Tontemboan) akhirnya diluncurkan pada Sabtu (19/1/2019) di Aula Sentrum Imanuel Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Wilayah Kumelembuai.

Agenda Peluncuran Bahasa Tontemboan diawali dengan ibadah yang dipimpin oleh Ketua  Sinode GMIM Dr. Hein Arina, peluncuran Alkitab perjanjian baru tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil Sidang Majelis Sinode ke -79 di Manado, kemudian melalui Surat Keputusan BPMS GMIM No.91 Tahun 2018 tentang Pembentukan Panitia Pelaksana Kegiatan, pada tanggal 8 November 2018. 

Proses penerjemahan Alkitab ke Bahasa Tontemboan tidak mudah dan penuh tantangan, Tim Penerjemah membutuhkan waktu kurang lebih 17 tahun untuk menyelesaikan perampungan terjemahan Alkitab Perjanjian Baru Bahasa Tontemboan. Dengan dukungan dan bantuan dari berbagai pihak baik tenaga, doa dan dana terutama beberapa Mitra GMIM baik dari dalam negeri maupun luar negeri diantaranya Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), Seed Company, Wycliffe USA, GBT Wycliffe Korea, Summer Institute of Linguistc International (SIL), Pusat Penerjemahan Alkitab (PPA), Yayasan Kristen Kaleb dan Yosua Kalimantan Tengah, Halmahera Lingua Center menjadi bagian dalam peluncuran Alkitab Perjanjian Baru Bahasa Tontemboan.


Dalam sambutan Bupati Kab. Minahasa Selatan disampaikan oleh Kadis Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab. Minsel Franky Mamangkey,  "Selaku Pemerintah Daerah Kabupaten Minahasa Selatan serta atas nama pribadi dan keluarga mengucapkan selamat atas diluncurkannya Alkitab Perjanjian Baru bahasa Tontemboan ini, sekaligus mengucapkan terima kasih serta apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para tim penterjemah yang atas tuntunan Roh Kudus telah berhasil menyelesaikan terjemahan Alkitab ini," apresiasinya.

Lanjutnya "Kita patut berbangga karena di wilayah Kab. Minahasa Selatan dalam hal ini wilayah Kumelembuai, bahasa Tontemboan masih tetap terpelihara dengan baik dan masih dipergunakan sebagai bahasa komunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu peluncuran Alkitab Perjanjian Baru Bahasa Tontemboan ini, selain menjadi berkat bagi kita, harapannya agar setiap orang yang membacanya juga akan menumbuhkan kembali rasa cinta dan rasa bangga akan warisan budaya bangsa yang sangat bernilai," sambutnya.

Dalam peluncuran Alkitab Perjanjian Baru dihadiri juga Ketua Wilayah GMIM Kumelembuai Pdt. Jhonlly Turangan STh,  Ketua Jemaat GMIM Sentrum Imanuel Kumelembuai Grace Sambow, MTh, Ketua BPMW Tompaso Baru Dua Pdt Cony M. Kandey, Danramil Motoling Roy Sumakul, Kapolsek Motoling Verry Liwutang, Ketua Panitia/Camat Kumelembuai Michael Kamang Waworuntu, Sekjend Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) Dr. Cand Sigit Triyono, Kepala LAI Perwakilan Manado Ansye Patimura, Konsultan LAI Pdt Wenas Kalangit, Director of Asia Island, Seed Company Greeg Gamon, Field Coordinator of Indonesia, Seed Company Justin Stanford,  Coordinator of Indonesia, Wycliffe USA Mark Taber, Wycliffe Korea Sang Chul Kim, Coordinator For Sulawesi, Summer Institute of Linguistic Internasional (SIL) David Blake, SIL Matt Ranger, Paul Emch, Penasehat SIL/PPA Ronald Whisker, Jacqueline Whisker, Lyod Peckham, Hukumtua Kumelembuai I Venri Mamangkey, Jemaat GMIM Wilayah Kumelembuai.


Cleen

No comments

Powered by Blogger.