Pemilihan Carek Unima Mulai Bergulir


MediaSulut.com - Tahapan pemilihan kembali Calon Rektor (Carek) Universitas Negeri Manado (Unima) periode 2016-2020 mulai bergulir. Jumat  (24/6/2016) kemarin masuk tahapan pendaftaran dan penjaringan bakal calon. Ketua panitia Prof Dr Agus G Senduk MPd menegaskan, pihaknya akan bekerja profesional dan konsisten menjaga independensi. 
“Untuk kaitan pemilihan ulang ini, kami sudah tidak mau kecolongan lagi. Untuk itu, kami benar-benar mempersiapkan diri. Khususnya, panitia akan berusaha membuat pemilihan berjalan demokratis,” kata Senduk, Kamis (23/6/2016). Ia didampingi sekretaris panitia Mozes Y Legi SPd MPd, dan anggota Prof Dr A Paturusi MKes AIFO, Prof Dr Arrijani MSi, Prof Dr Ferdinand Kerebungu MS, Dr Yance Tawas MP, dan Dr Hantje Ponto DEA MAP.
Kata Senduk, panitia bekerja profesional, transparan, dan akuntabel. Bekerja keras untuk menghasilkan pemimpin yang diharapkan bersama. “Kita akan mengacu pada mekanisme dan ketentuan yang ada. Semangatnya, untuk membuat pemilihan benar-benar clean and clear,” tegas Senduk.
Sementara itu, Plh Rektor Unima Prof Dr Jamal Wiwoho SH MHum menegaskan, pemilihan ulang rektor karena sebelumnya dianggap tidak ada hasil atau dibatalkan oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti). Alasan pembatalan, menurutnya, karena pemenangnya dikenakan hukuman disiplin. “Standar kita kan, pejabat yang akan dilantik tidak boleh kena hukuman disiplin. Oleh karena itu, menteri minta kepada saya selaku Plh diselenggarakan proses pemilihan ulang atau pemilihan kembali,” kata Prof Jamal.
Dia menambahkan, anggota senat Unima berjumlah 64 orang, yang terdiri dari Plh rektor, pembantu rektor, dekan, direktur pascasarjana, profesor, dan utusan dari fakultas.
Kemudian, sesuai Permenristekdikti Nomor 1 tahun 2015, bahwa menteri mempunyai hak suara 35 persen dari total anggota senat universitas. “Sebelumnya, sudah ada rapat tanggal 15 dan 22 Juni 2016. Poinnya, untuk menyetujui tahapan-tahapan pemilihan kembali rektor Unima (tabel,red). Kontestan carek pasarnya terbuka, siapa pun bisa selagi memenuhi persyaratan yang ada. Jadi bukan hanya untuk dosen Unima, tapi bisa dari luar Unima. Inilah yang akan membuat menarik, karena tidak semua perguruan tinggi negeri polanya seperti ini,” pungkas Wiwoho.

Sumber : Radarmanado
Lebih baru Lebih lama