Disinyalir Sejumlah Legislator Sulut Bermain Proyek Pemerintah

Kantor DPRD Sulut. 
MANADO, MediaSulut.Com - Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) yang diduga bermain proyek dari anggaran pemerintah. Padahal, Undang-Undang secara jelas melarang pejabat negara termasuk anggota DPRD bermain proyek. Demikian diungkapkan Ketua GTI Sulut, Risat Sanger, Jumat (17/02/2017).

GTI bahkan menurut Risat Sanger telah mengantongi inisial nama-nama anggota DPRD Sulut yang sering bermain proyek diantaranya: inisial E, Y dan I. insial nama-nama anggota DPRD Sulut diduga duduk sebagai pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) dan pimpinan Fraksi.

Pengamat politik, Dr Jerry Massie, mendesak pimpinan DPRD Sulut melalui Badan Kehormatan (BK) melakukan penelusuran dan penyelidikan. Sanksi berat harus diberikan kepada anggota DPRD yang terbukti nyambi proyek.

“Jika benar tentu akan sangat memalukan DPRD sebagai lembaga yang terhormat. Secara aturan sangat jelas nyambi proyek dilarang, kemudian secara etika tentu perilaku anggota DPRD yang nyambi proyek menghianati amanah rakyat,” tegas Jerry Massie.

Lanjut Jerry Massie, jika yang terlibat bermain proyek adalah Ketua Fraksi atau Ketua AKD maka pimpinan DPRD bisa langsung mengambil keputusan.

“Misalnya, yang dimaksud itu Ketua Fraksi, Ketua Komisi, Ketua Baleg, apalagi Ketua BK, otomatis pimpinan DPRD bisa langsung mengambil keputusan, pimpinan DPRD tak perlu menunggu rekomendasi dari fraksi. Sangat memalukan jika mereka ini yang terlibat, marwah DPRD harus diselamatkan,” tandas Jerry Massie.

Sebelumnya diberitakan, Ketua GTI Sulut, Risat Sanger menegaskan pihaknya telah mengantongi sejumlah nama anggota Deprov yang diduga main proyek itu.

“Ini bukan saja anggota Deprov. Tapi ternyata ada oknum pimpinan alat kelengkapan dewan yang rupanya kerap mengintervensi SKPD untuk mendapatkan proyek,” kata Risat Sanger.

Demi membuktikan kebenaran dugaan GTI itu, alumni Fispol Unsrat itu membeber inisial okunum dimaksud.

“Kita make inisial saja ya yang terduga kuat bermain Proyek, ada Y, E, dan I,” sebut Ketua GTI.

Teryata ketiga legislator ini rupanya berasal dari fraksi besar di Deprov.

Lantas kemudian apakah kondisi semacam ini memberikan sinyalemen ada keterlibatan pimpinan Fraksi?

“Kita masih terus melakukan pengembangan. Kita tidak mau berspekulasi. Tapi kita lihat saja nanti,” jawabnya.

Menanggapi adanya aduan ini, Ketua DPRD Sulut, Andrei Angouw menegaskan legislator tidak dibenarkan main proyek.

Politisi PDIP itu mengatakan sumber penerimaan anggota dewan diluar gaji dan tunjangan sudah diatur dalam undang-undang.

“Intinya anggota DPRD tidak boleh main proyek. Apalagi sumbernya dari APBD,” tegas Angouw.

Soal ada sinyalemen legislator yang kerap mengancam pimpinan SKPD untuk mendapatkan proyek, bendahara DPD PDIP Sulut itu, menanggapi santai.

“Jangan-jangan ada yang sengaja mencatut nama anggota dewan. Hanya untuk memuluskan aksi mereka,” komentar Angouw.



Ini nama -nama anggota DPRD Sulut periode 2014-2019 termasuk hasil PAW per Partai dan Fraksi.

PDI-Perjuangan:
1. Teddy Kumaat
2. Ivone Debby Bentelu
3. Eva Cindy Sarundajang
4. Adriana Dondokambey
5. Marvel Dicky Makagansa
6. Andrei Angouw
7. Muslimah Mongilong
8. Rocky Wowor
9. Julius Jems Tuuk
10. Boy Tumiwa
11. Jenny Mumek
12. Lucia Taroreh
13. Fanny Legoh

Partai Golkar:
1. Eddyson Masengi
2. Cindy Wurangian
3. Meiva Lintang
4. Marlina Moha Siahaan
5. Raski Mokodompit
6. Kristovorus Deky Palinggi
7. Yongkie Limen
8. Stefanus Vreeke Runtu
9. Inggrid Sondakh

Partai Gerindra:
1. Juddy Moniaga
2. Herry Tombeng
3. Ferdinand Mangumbahang
4. Sjennie Kalangi
5. Ferdinand Mewengkang
6. Wenny Lumentut

Partai Demokrat:
1. Edwin Lontoh
2. Siska Mangindaan
3. Netty Agnes Pantow
4. James Karinda
5. Billy Lombok
6. Marthen Manopo

PAN:
1. Ayub Ali Albugis
2. Affan Mokodongan
3. Mursan Ardiansyah Imban

PKS:
1. Amir Liputo
2. Rita Lamusu Manopo

NasDem:
1. Nori Supit
2. Felly Estelita Runtuwene

PKPI:
1. Denny Harry Sumolang
2. Bart Kalalo Senduk

PPP:
1. Ainun Talibo

Hanura:
Noldy Lamalo

Penulis: Tim Redaksi
Lebih baru Lebih lama