Header Ads

Make Image responsive

Alfamart Jual Barang Expired, Dinas Terkait "Tutup Mata"

 Alfamart Jual Barang Expired, Dinas Terkait "Tutup Mata"
Minimarket Alfamart di Desa Pineleng, Minahasa. 
MINAHASA, MediaSulut.Com - Minimarket Alfamart di Desa Pineleng, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) jual beberapa makanan expired. Hal ini dibuktikan dengan struk belanja dan barang makanan yang dibeli baru-baru ini, menunjukan barang yang dibeli sudah lewati batas untuk dijual alias expired. Namun di Alfamart tersebut, beberapa barang-barang makanan itu tetap dijual. Demikian dikatakan Ketua Stevie Sumampouw melalui Humas Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia di Sulut (LPK RI Sulut), Wisye Elga Maramis, Rabu (27/03/2019) kepada MediaSulut.Com.

 Alfamart Jual Barang Expired, Dinas Terkait "Tutup Mata"
Produk makanan yang expired dijual Minimarket Alfamart Pineleng. 
Menurutnya, sikap penjualan beberapa barang makanan di Alfamart seakan dijual dengan sengaja dan ini diduga sudah terjadi sejak lama. Untuk itu, diminta dinas terkait jangan hanya tutup mata.

"Kami sangat kecewa dengan perilaku pihak Alfamart yang menjual barang yang sudah kadaluarsa kepada masyarakat. Ini adalah pelanggaran berat, jadi dinas terkait jangan hanya diam saja. Harus melakukan tindakan dengan minimarket- minimarket yang ada di Sulut," tegasnya.

Lanjutnya, sebagai Humas LPK RI Sulut, sangat kecewa dengan tanggapan pihak Alfamart bernama Amin yang mengatakan jabatannya sebagai Legal Alfamart di Sulut.

"Seharusnya pihak Alfamart, apalagi Amin sebagai Jabatan tinggi di Sulut yang menanggapinya merasa menyesal dengan kejadian ini. Tapi ditanggapi seakan-akan pihak Alfamart tidak peduli dengan produk kadaluarsa apa yang mereka jual kepada masyarakat. Seperti pertanda yang dikatakan masyarakat di Sulut layak konsumsi makanan expired," jelas Maramis seraya berharap masyarakat di Sulut harus berhati-hati membeli produk apapun yang berada di minimarket apa saja di Sulut.

"Mendengarkan kata-kata petinggi Alfamart di Sulut yang tidak peduli. Maka masyarakat harus lebih berhati-hati membeli produk makanan apa saja yang ada di minimarket," tandasnya.

Sementara itu, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, menurut Pasal 8 ayat (1) huruf g UU Perlindungan Konsumen, yaitu tidak mencantumkan tanggal kadaluwarsa atau jangka waktu penggunaan/pemanfaatan yang paling baik atas barang tertentu. 

Ancaman pidana bagi pelaku usaha yang melanggar larangan tersebut berdasarkan Pasal 62 ayat (1) UU Perlindungan Konsumen adalah pidana penjara paling lama 5 tahun atau pidana denda paling banyak Rp 2.000.000.000.

Penulis: Redaksi

No comments

Powered by Blogger.